#Post Title #Post Title #Post Title
Tuesday, December 17, 2013

Review Asus 1215B

1. Spesifikasi
Spesifikasi dari Asus 1215B yg digunakan utk review adalah sbb:

Processor/Chipset: AMD Fusion APU E350 1.6GHz (dual core)
Graphic: Radeon HD 6250/Radeon HD 6310
Display: 12.1" LED backlit WXGA (1366x768) Screen
Memory: 4GB DDR3/1066 Memory(2x2gb)
Hard Drive: 320GB SATA(Seagate 5400 RPM)
Audio: Realtek Hi-Definition Audio CODEC

Wireless LAN: Atheros WLAN 802.11 a/b/g/n@2.4GHz
Bluetooth: Broadcom Bluetooth V3.0+HS
Camera: 0.3MP
OS: Asus Express Gate Cloud/Windows 7 Home Premium 64bit

Port/Interface:
1 x VGA Connector
2 x USB 2.0
1 x USB 3.0/2.0 Combo
1 x LAN RJ-45
1 x HDMI
2 x Audio Jack (Headphone/Mic-In)
1 x Card Reader : SD/ SDHC/ SDXC/ MMC

Battery: 8 hrs, 6-Cell 56Wh Li-ion Battery (5200 mAh)
Power Adaptor: 40W
Dimensi/Ukuran Unit: 296 x 203 x 38 mm (WxDxH)
Dimensi/Ukuran Adaptor: Approx. 8.5 x 3.5 x 2.5 cm (WxDxH)
Berat: 1.45 kg (Complete System)
MSRP : $399-409 (* Stock unit dgn 2gb ram dan tanpa OS)
Website: http://www.asus.com/product.aspx?P_I...7QRFbPkwEIa5Uj

2. Unit Picture

Cover:



Front:


 
Others:


3. My Review & Experience
A. Build & Design
Netbook Asus 1215B dengan platform AMD brazzo menggunakan desain Seashell yg sama dgn pendahulu-nya (1215T/1215N) shg kelemahan design yg menyebabkan hdd tidak/sulit diganti sendiri tanpa membongkar total unit masih ada. Model ini tersedia dalam 3 warna yaitu: hitam (glossy/matte), merah (glossy+matte), dan silver(matte). sayang sekali penggunaan matte plastik terbatas hanya pada: cover dan wrist/touch-pad area, bagian hitam di sekitar keyboard dan layar masih mrpk plastik glossy yg mudah tergores, magnet debu dan sidik jari.
Buildwise cukup kokoh walaupun hanya terbuat dari plastik.
Keyboard chicklet cukup nyaman digunakan utk mengetik dalam jangka waktu lama.
Touchpad yg digunakan telah mendukung multi touch/gesture shg bisa menjadi nilai tambah bagi yg sudah terbiasa menggunakan-nya. Sayang tombol klik kiri&kanan pada touch pad cukup keras dan berisik.
Tombol power, tombol shorcut manajemen daya, dan tombol shorcut manajemen wireless&blutooth pada awal-nya terasa keras dan kaku ketika ditekan, tetapi stl penggunaan bbrp lama akan normal.
Port/output yg disediakan cukup lengkap utk ukuran netbook plus port usb 3 dapat digunakan utk tranfer file besar lebih cepat drpd usb 2.
Adaptor yg disertakan cukup mungil hanya seukuran charger hp shg memudahkan utk dibawax2.(cek Dimensi/Ukuran Adaptor pada bag. 1 dan perbandingan adaptor dgn sodim pada bag.2)

B. Display
Display menggunakan glossy panel 12.1" dgn resolusi 1366x768@60hz. Dengan setting brightness 50% cukup nyaman digunakan di dalam ruangan selama tidak ada cahaya yg memantul di layar. Gradasi warna cenderung pucat.

C. Performance
Untuk office dapat digunakan dgn lancar dan cukup nyaman dgn ukuran layar 12.1" dgn resolusi HD.
Untuk multimedia, HD movies bisa play file full hd dgn lancar dengan menggunakan MPC-HC plus dgn Port hdmi dapat digunakan utk output film full HD+5.1 sound ke perangkat HT lain. Untuk music dibutuhkan headphone utk hasil lebih baik krn volume speaker tidak dapat bersuara terlalu besar.
Untuk gaming hanya dapat menjalankan game ringan dgn detail rendah-medium pada resolusi 800x600-1366x768.
Acuan utk game yg playable/tidak dapat di cek di:
http://www.notebookcheck.net/AMD-Rad...0.40952.0.html
http://forum.eeeuser.com/viewtopic.php?id=85721
http://www.anandtech.com/show/4134/t...on-for-miniitx
http://www.anandtech.com/show/4218/a...0-sony-vaio-yb
http://www.netbooklive.net/asus-eee-...b-review-8726/


D. Temperature & Emissions
Airflow unit mengambil udara dari bagian depan-bawah netbook (cek.gambar di part 2:Bottom-opened hatch), tepat-nya kisix2 di di bagian tengah tepat dibawah slot ram yg terbuka. Lalu dgn bantuan kipas udara dibuang keluar dgn kipas disisi yg mempunyai kisisx2.

Suhu pada saat idle/office/browsing stl 2 jam:





Suhu pada saat nonton 1080p movies stl 2 jam(load 30-75%):
PS:
- CPU dan GPU menyatu di 1 chip shg suhu CPU=GPU
- Test dilakukan di suhu ruangan 30-33C

Wrist-touch pad area cukup dingin setelah torture test. Area yg terasa panas adalah di bagian bawah terutama di area hatch ram dan makin panas sampai kisix2 pembuangan udara di samping sehingga tidak disarankan meletakan netbook diatas paha ketika beroperasi. Selama idle-movies test kipas cukup senyap, tetapi stl 5menit torture test suara kipas baru terdengar. Seperti-nya Asus lebih memilih silent dprd cool.

E. Battery Life
Utk browsing dan office dgn brightness lvl 50%, 1usb mouse dongle, wifi: on, dan blutooth: off baterai dapat bertahan sekitar 6jam.
Utk play movies full hd dgn mpc-hd, brightness lvl 50%, 1usb mouse dongle, wifi: on, dan blutooth: off baterai dapat bertahan sekitar 3jam. Agar dapat menjalankan 1080p movies
Agar dapat baterai bertahan lebih lama dapat melakukan: set brightness layar ke minimal, matikan layar(output ke layar external via vga/hdmi), matikan wifi/bluetooth/speaker/background task, dan set power scheme/eee hybird engine ke power saver. Hanya pastikan masih dalam batas toleransi nyaman digunakan.
Charging batere dari kosong sampai full membutuhkan waktu sekitar 2-2.5 jam bila laptop dimatikan atau digunakan utk office, bila dalam keadaan load(eq: benchmarking, nonton film) maka waktu yg charging yg dibutuhkan sekitar 4jam.
Sedikit tambahan ada fitur utk charge perangkat lain dgn menggunakan usb yg di sebelah kiri seperti yg terdapat di notebook toshiba(Install dulu software bawaan dari cd utk mengaktifkan fitur ini).


F. Anomali
Selama pengujian muncul bbrp anomali seperti:
- Kompabilitas dgn usb hub, yg dapat menyebabkan macet pada saat booting
- Dgn menggunakan batere mouse/keyboard wireless dapat lag/stuter bila port usb dipakai pada sisi yg sama, tersangka utama : aliran listrik ke usb port mulai tidak stabil/dikurangi

4. Conclusion
Pro:
+ USB 3 port
+ Left USB port as charger
+ 1366x768 screen
+ Can run any windows 32/64bit program (speed not guaranteed)
+ Can play full HD movies+5.1 out via hdmi
+ High battery capacity
+ High price/performance or spec. ratio
+ Small/portable & Solid Build

Cons:
- Port Charging dgn pin 0.5mm yg ringkih (handle with care)
- HDD not user replaceable
- Not full matte plastic
- Rather hot at bottom

* Verdict: Netbook ideal utk portable office, portable HTPC(should be called HTPP-Home Theater Portable Player), dan casual/peggle/zynga gaming...bahasa keren-nya liat judul

Sumber
[ Read More ]

Review Lenovo G405s

Objek Review : Lenovo G405s milik saya
Spesifikasi:

Processor : AMD A8 5550M

Memory : DDR3 4gb PC 12800 SK Hynix

HDD : WD Scorpio Blue 500gb

ODD : DVDRW

VGA : AMD HD 8450G + AMD HD 8570M

OS : NO (di notebook saya, ada recovery windows 8)

Display : 14"

Slot : Card Reader

Ports : Lan, 2x USB 3.0, 1x USB 2.0, D-SUB, HDMI



Benchmark


  • Benchmark dari 3Dmark yang saya lakukan menggunakan konfigurasi RAM yang berbeda
  • Benchmark pertama saya menggunakan RAM bawaan notebook SK Hynix DDR3 4GB PC12800
  • Benchmark kedua saya menggunakan RAM 8GB Dual Channel, SK Hynix DDR3 4gb PC 12800 = VGEN (chip di ram VGEN ternyata juga SK Hynix) DDR3 4gb PC 12800


Kesimpulan hasil benchmark 3DMark, dengan menjadikan ram dual channel, meningkatkan performa grafis yang cukup signifikan, namun herannya terjadi penurunan yang termasuk sedikit di physics score

Laptop ini dibeli dengan harga IDR 5.050.000 pada bulan November 2013, saya pernah lihat di FJB laptop ini sempat bertengger di harga IDR 4.599.000 di bulan Agustus 2013

Kelebihan laptop ini :

   1.  Dengan harga 5 juta pas, agan bisa mendapatkan laptop yang sanggup memainkan game2 dengan settingan medium tanpa mengupgrade ram dll (game yang saya test selama ini adalah naruto shippuden ultimate ninja storm 3, Street Fighter X Tekken settingan HIGH, kingdom amalur reckoning, elder scroll skyrim. PES? FIFA? ga perlu diragukan lagi, settingan mentok kanan juga lancar)
    2. Tersedia 2 port usb 3.0
    3. RAM sudah DDR3 4GB (biasanya laptop sekelas cuman dikasi DDR3 2GB)

kekurangan laptop ini
1. buat main game lama2 tanpa tambahan cooler suhunya SANGAT PANAS!, bahkan kalau lubang keluaran angin dipegang, boooo langsung NYOSS ditangan.

2. THROTLING!!! kalo laptop ini suhunya sudah tinggi, dia ga akan bisa mempertahankan max clockspeednya, saya melakukan monitoring pakai AMD PSCheck, dan clocknya nggak stabil saat suhunya tinggi, usahakan main di suhu yang adem atau menambahkan pendingin tambahan

3. Cuma ada 1 warna hitam dan materialnya plastik

4. Tidak bisa menggunakan driver original AMD dari AMD.com, harus menggunakan driver bawaan lenovo, saya test install ulang dan saya paksakan menggunakan catalyst driver dari AMD malah jadi error windowsnya

Sumber
[ Read More ]
Monday, December 16, 2013

Review: Sony Xperia C, Dual SIM, Quadcore, 5 Inci, Cuma 3 Jutaan

Usaha Sony untuk menempel ketat Samsung dalam persaingan di pasar smartphone Android dilanjutkan dengan meluncurkan Xperia C. Anggota terbaru keluarga Xperia ini diposisikan bagi pengguna yang banyak menghabiskan waktu bersama ponselnya untuk urusan hiburan.

Berbekal konektifitas dual SIM dan layar lebar, inikah ponsel idaman Anda?
Desain

141.5 x 74.2 x 8.9 mm| 153 gram| full touchscreen| port audio 3.5mm; tombol power/lock, pengatur volume suara, tombol shutter; lubang mic; port microUSB (sekeliling ponsel dari sisi atas)

Berbekal layar berukuran sama, Xperia C secara fisik memiliki dimensi yang sedikit lebih besar dibanding Xperia Z. Dengan selisih hanya kurang dari 3 milimeter saja pada tinggi, lebar dan ketebalannya maka pengguna sulit melihat perbedaan ukuran fisik antara Xperia C dan Xperia Z.
Sisi-sisi Xperia C memiliki gaya yang mirip dengan milik Xperia Z yang juga sempat diadopsi oleh Xperia ZL dan diperkenalkan oleh Sony sebagai desain Omni Balance.

Backcover yang menyatu hingga sisi samping membuatnya terlihat memiliki desain unibody namun pengguna bisa membuka backcover untuk mengakses 2 slot kartu SIM dan sebuah slot kartu memori microSD. Sementara untuk baterai, Sony membuatnya tertanam (embedded) sehingga sulit dibuka bagi pengguna tanpa keahlian khusus.

Display

Layar sentuh TFT LCD kapasitif| 16 juta warna| 540 x 960 pixels| 5.0 inci|~220 ppi pixel density| multi touch

Sebagai smartphone yang mengedepankan sektor hiburan, layar menjadi salah bagian terpenting dari Xperia C. Tak heran jika Sony membekali ponsel ini dengan penampang layar berukuran cukup besar.

Sayangnya, resolusi layar dengan bentang diagonal berukuran 5 inci ini hanya sebatas qHD saja. Hal itu membuatnya memiliki tingkat kerapatan piksel yang tergolong rata-rata ponsel kelas menengah.

Tapi angka 220ppi jelas bukan hal yang buruk, karena sejatinya layar tetap menampilkan tulisan maupun grafis dengan jelas dan tajam meski berukuran kecil.

Sistem Operasi dan UI

Android OS| v4.2.2 (Jelly Bean)

Dengan Android Jellybean versi teranyar, pengguna bisa menikmati fitur-fitur terkini semisal widget lockscreen. Sebagai pengingat, widget lockscreen adalah salah satu fitur terbaru Jellybean 4.2 yang memungkinkan pengguna untuk langsung memajang widget pada lockscreen yang kini juga telah mendukung multi panel layaknya homescreen.

Panel paling kanan pada lockscreen memberi pengguna akses untuk langsung menuju fitur kamera.

Xperia C memiliki 5 panel pada homescreen yang jumlahnya bisa ditambah hingga mencapai 7 buah.

Widget serta aplikasi yang menghiasi panel-panel tersebut secara default identik dengan varian Xperia terkini lainnya seperti diantaranya widget walkman, weather, photos and videos, tools dan beberapa shorcut aplikasi unggulan Sony.

Hardware dan Benchmark

Quad-core 1.2 GHz| MTK MT6589 chipset| PowerVR SGX544 GPU| 1GB RAM| Internal Storage: 4GB| external: up to 32GB| baterai Li-Ion 2390 mAh

Untuk melayani penggunanya mengakses sejumlah fitur hiburan, Sony mempercayakan chipset besutan MediaTek dengan prosesor 4 inti berkecepatan mencapai 1,2GHz.

Sejauh pengalaman PULSA selama masa pengujian, prosesor pabrikan Taiwan tersebut mampu memberikan kinerja yang cukup memuaskan.

Perpindahan antar menu, proses pemutaran audio, video dan sejumlah game berjalan mulus.

Dari kapasitas memori internal sebesar 4GB, Xperia C membaginya menjadi 2 bagian untuk digunakan. Device Memory sebesar 0.98 GB dan Internal Storage sebesar 1.2GB, sementar sisanya dialokasikan bagi sistem operasi dan sejumlah aplikasi bawaan.

Antutu memberi skor 13679 sementara Quadrant mengganjar nilai 4955. Kedua angka tersebut mengungguli nilai yang didapat LG G Pro Lite Dual dan Samsung Galaxy Mega 5.8 ketika PULSA uji.

Perbandingan Hasil Benchmark


Konektifitas

Dual SIM|Triband GSM(900/1800/1900)| Dualband HSDPA (900/2100)| GPRS Up to 85.6 kbps| EDGE Up to 237 kbps| HSDPA, 42.2 Mbps| HSUPA, 11.5 Mbps| Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot|  Bluetooth v4.0 with A2DP| microUSB v2.0

Mengikuti jejak Xperia Tipo, E dual dan M, Xperia C mendukung konektifitas dual SIM dengan fitur dual on. Artinya kedua kartu SIM yang disematkan pada ponsel ini bisa aktif bersamaan. Xperia C bahkan dibekali fitur agar panggilan masuk dialihkan ke kartu SIM lainnya ketika SIM yang dituju tidak terjangkau.

Xperia C juga memiliki fitur Media server yang membuat setiap konten multimedia yang tersimpan dalam ponsel bisa dilihat atau dimainkan pada perangkat lain yang terhubung pada jaringan wifi yang sama.

Kamera

8 MP| 3264 x 2448 pixels| autofocus| LED flash| Geo-tagging| touch focus| face and smile detection| HDR| Perekam video 1080p, video stabilization| Kamera sekunder : VGA

Xperia C kehilangan salah satu fitur unggulan sektor kamera Xperia kelas hi-end, yaitu Superior Auto.

Namun ada pula fitur baru yang disematkan Sony pada Xperia C, yang pertama self potrait voice guide yaitu semacam bimbingan suara untuk membantu pengguna mendapatkan komposisi terbaik saat memotret diri sendiri menggunakan kamera utama (belakang). Ada pula potrait retouch yaitu sebuah fitur yang secara otomatis akan membuat foto dengan objek manusia dalam komposisi close up terlihat lebih baik, mirip dengan fitur beautify yang pernah PULSA temukan pada produk Android lain.

Selain itu, Xperia C memiliki 9 pilihan efek, 8 pengaturan scene mode, dan mode sweep panorama.

Hasil Kamera


Kelebihan
•    Layar 5 inci
•    Dual SIM
•    Prosesor Quadcore 1.2GHz
•    Harga relatif lebih murah dibanding beberapa kompetitor utama

Kekurangan
•    Resolusi layar belum HD
•    Memori Internal kecil

Kesimpulan

Sebagai entertainment smartphone, Sony Xperia C boleh dikatakan memiliki segalanya. Yang pertama tentu saja sejumlah fitur hiburan bawaan khas Sony, semisal Walkman dan pemutar video. Hal itu juga didukung dengan modal layar yang berukuran cukup besar untuk sebuah ponsel, sehingga menjanjikan kepuasan tersendiri bagi pengguna saat menonton film atau memainkan game di ponsel. Tak kalah penting, Xperia C juga didukung dengan prosesor quadcore yang memberinya performa memuaskan. Menariknya, banderol harga ponsel ini cukup bersahabat untuk sebuah produk Android brand terkemuka dengan prosesor quadcore.
Penulis: Anwar Aburizal
[ Read More ]

Review: Samsung Galaxy Ace 3 GT-S7270, Layar Empat inci, Prosesor Dua Inti

Melanjutkan seri Ace 2, Samsung kembali menghadirkan Galaxy Ace 3 yang dilepas dengan banderol sekitar dua juta rupiah. Berbekal prosesor dua inti, Samsung mengemas Ace 3 dengan layar selebar 4 inci. Lalu, seberapa tangguhkah kinerja Ace 3? Silakan ikuti uraian berikut:
Desain

Dimensi: (WxDxH) : 121.2 x 62.7 x 9.8 mm; Bobot: 115 g

Masih melanjutkan desain generasi sebelumnya, Ace 3 datang dengan dimesni yang sedikit lebih besar guna menyesuaikan dengan diagonal layar yang diusungnya. Masih dengan material plastik, seluruh bodi Ace 3 menggunakan lapisan glossy yang dikelilingi dengan bezel berwarna silver.
Dibawah layar Ace 3, Anda akan menemukan dua tombol sentuh sensitif: menu, dan back mengapit satu tombol fisik home. Sedangkan diatas layarnya, Samsung menyematkan kamera depan VGA serta sensor proximity yang berdampingan pula dengan sensor ambient light.

Untuk menyalakan ponsel ini, Anda dapat menekan tombol power di sisi kanan. Mengatur besaran volume dapat Anda lakukan dengan menekan tombol pada sisi kiri bodi. Sementara untuk bagian bawah terdapat port micro USB. Utuk menyematkan headset, port audio diletakkan pula oleh Samsung pada bagian atas.

Hardware
CPU: Broadcom BCM21664 processor 1GHz Cortex-A9 dual cores; GPU: Broadcom Videocore IV; RAM: 1GB, 4GB Storage, Up to 32 GB MicroSD Card

Untuk mendukung performanya dalam menjalankan aplikasi, Samsung telah meningkatkan kecepatan prosesor milik Ace 3 dari 800MHz jadi 1GHz. Untuk menopang kinerja juga sudah disematkan RAM sebesar 1GB.

Sementara untuk ruang penyimpanan, Samsung menyediakan ruang sebesar masing-masing 2GB untuk file dan sistem. Jika Anda masih merasa kurang, Anda dapat menyisipkan kartu micro SD berkapasitas maksimal 64GB.
Untuk mengukur kinerjanya, PULSA menggunakan Antutu Benchmark, Quadrant Standard dan Nenamark2. Hasil tes kinerja dengan Antutu menunjukkan skor 10.713 yang menempatkannya diatas Samsung Galaxy S2. Sementara hasil tes dengan Quadrant Standard berhasil mengumpulkan skor 3221 yang menempatkannya diantara Motorola Atrix 4G dan Transformer Prime.

Berbekal GPU Broadcom Videocore IV, Ace 2 berhasil menunjukkan kinerja grafis yang cukup mengesankan. Dengan raihan nilai 47.1fps, pengguna tentu tak akan menjumpai jeda saat menggunakan Ace 3 untuk bermain game HD.

Layar
4"TFT Capacitive Touchscreen 480 x 800 piksel (223 ppi). 5 pints touch.

Mengikuti tren ponsel pintar yang datang dengan layar makin lebar, Samsung meningkatkan besaran layar dari 3.8 inci pada seri Ace 2 jadi 4inci pada seri ketiga.
Menggunakan layar TFT berteknologi kapasitif, Ace 3 sanggup menerima input sentuh hingga 5 litik jari. Tampilan layar yang disuguhkan oleh Ace 3 lebih bagus dari Galaxy fame meski diatas kertas mengusung besaran resolusi yang sama.

Sementara soal performa layar diluar ruangan, pengguna harus mengatur kecerahan secara manual karena belum memiliki fitur autobrightness.

Interface dan OS
Android 4.2.2 Jelly Bean, 4.0" TFT 800 x 480piksel, 16 Juta Warna.

Dengan suntikan sistem operasi Android Jelly Bean 4.2.2, Samsung menyiapkan pula antarmuka Touchwiz UI versi teranyar yang menyuguhkan banyak sekali pilihan untuk kustomisasi.
Pada posisi layar terkunci, pengguna dapat menampilkan pesan pribadi dan kalender serta memasang tiga shortcut aplikasi yang dapat diganti-ganti.

Masuk ke halaman menu, Anda akan disuguhi dengan beragam ikon yang ditata secara grid horisontal. Secara default, halaman menu dibagi dalam dua ketegori masing-masing aplikasi dan widget.

Kamera dan Video

Kamera Utama: 5MP, 2592 x 1924 pixels, autofocus, LED flash

Kamera Depan: VGA; Video: 720p@30fps

Sektor fotografi Ace 3 telah disertai dengan lampu LED Flash untuk membantu mendapatkan gambar yang lebih jelas didalam ruangan. Samsung membekali Ace 3 dengan lima mode pemotretan yang mencakup continous shot, best photo, auto, night dan sport.
Samsung membekalkan sederet setting kamera yang meliputi exposure value, focus mode, effects, resolusi, ISO, metering, image quality dan GPS tag.

Hasil pengabadian gambar didalam ruangan memperlihatkan sensitivitas terhadap cahaya yang cukup baik meski tanpa bantuan lampu flash. Sementara untuk pengabadian gambar diluar ruangan, terlihat natural dan detail.
Sedangkan untuk perekaman video, kamera Ace 3 sanggup menghasilkan gambar dengan resolusi HD720p dengan kecepatan frame maksimal 30 fps.

Multimedia

Audioplayer : AAC, FLAC, M4A, MP3, OGG, WMA; video player: 3GP, DIVX, FLV, M4V, MKV, MP4, WMV; audio recorder, FM Radio.

Di sektor hiburan, Ace 3 secara otomatis memasukkan lagu yang tersimpan dalam 9 kategori: album, artist, genre, folder, composer, years, most played, recently played dan recently added.
Speaker Ace 3 sanggup mereproduksi suara yang cukup jernih yang disertai pula dengan efek suara dan equalizer yang lengkap. Jika Anda mendengarkan musik dengan headset yang disertakan, Anda juga dapat menikmati efek suara virtual 7.1 Ch.

Sementara dengan pemutar video bawaannya, Anda dapat menonton beragam format video populer mulai dari resolusi menengah hingga resolusi HD720p. Dengan kemampuan untuk membaca subtitle, Anda dapat menonton film dengan leluasa.

Internet dan Konektivitas

GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, HSDPA 900 / 1700 / 2100, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot, Wi-Fi Direct, Bluetooth A2DP, MicroUSB

Sama seperti pendahulunya, Anda dapat menjelajah internet dengan kecepatan maksimal 14,4Mbps menggunakan koneksi HSDPA yang diusungnya. Untuk menjelajah internet sudah disediakan browser Android dan Chrome yang menawarkan sinkronisasi antara bookmark dan history browsing di ponsel dengan PC dirumah.
Sementara untuk keperluan transfer data, Anda dapat memanfaatkan kabel data dan Bluetooth. Jika ingin transfer data dengan lebih cepat, pengguna bisa memanfaatkan Wi-Fi Direct. Sayang sekali pada Ace 3 belum dibekalkan DLNA dan HDMI.

Fitur Unggulan

File Manager, Samsung Apps, S Voice, S-Travel, Smart Screen, ChatON, TripAdvisor, Social Hub dan sebagainya.
Selain telah dijejali dengan aplikasi native Android, Ace 3 juga sudah dijejali dengan aplikasi khas seperti Samsung Apps, S Voice dan S-Travel.
Samsung juga menyiapkan Social Hub yang mengintegrasikan update status Facebook, catatan serta berita dalam satu widget. Aplikasi ChatON juga tak ketinggalan turut disertakan oleh Samsung kedalam Ace 3.

Beralih ke fasilitas hiburan, pengguna juga dimanjakan dengan kehadiran Game Hub yang memberikan rekomendasi Game yang bermanfaat untuk mengusir kebosanan.

Kelebihan
•    Layar Lebar 4 Inci
•    Wi-Fi Direct
•    Kamera 5MP dengan LED flash
•    OS Jelly Bean

Kekurangan
•    Kapasitas Baterai kecil
•    Internal Memory Kecil
•    Tidak ada aplikasi Office

Kesimpulan

Melanjutkan seri Ace yang diluncurkan tahun lalu, Samsung meluncurkan Ace 3 dengan target pasar pengguna segmen menengah. Dibanderol dengan harga dua jutaan, Ace 3 siap goda pasar domestik dengan ponsel Android 4 inci bertenaga prosesor dua inti. Tak seperti pendahulunya, Ace 3 ternyata tidak dibekali dengan aplikasi pengolah dokumen.
(Galing Kusumojati)
[ Read More ]